Apa yang saya lakukan beberapa tahun ini cukup berulang, sebut saja pola mengerjakan proyek hobi ataupun pekerjaan. Baru-baru ini saya menyadari bahwa pola ini bagus paling tidak untuk saya pribadi.
Setelah menyalakan komputer yang perlu dijalankan adalah:
- perangkat pengembangan seperti konsole/yakuake dan alat-alat lainnya
- peramban jejaring yang menampilkan wiki
- peramban berkas/dokumen
- pencatat: KNotes
- aplikasi perkantoran, jika diperlukan
Yang perlu saya lakukan adalah:
- mengoprek (1) dan menulis TODO hari itu di KNotes (4)
- menulis dokumentasi dengan membuat halaman baru atau menyunting halaman tertentu di wiki (2)
- membaca dokumen lewat peramban berkas atau jejaring, jika diperlukan (2, 3)
- menulis di aplikasi perkantoran, jika ada kebutuhan keluaran berupa dokumen formal (5)
- “mencentang” TODO yang sudah dikerjakan di KNotes (4)
Tambahan, saya punya papan tulis kecil berwarna putih pemberian Wisnu yang selalu saya gunakan untuk:
- menulis dan menelusuri jadwal keseharian dari hari Senin sampai Ahad/minggu,
- daftar TODO biar terlihat mata ;-)
- Orek-orekan aka coret-moret semua yang ada di pikiran untuk menjembatani antara konsep dan visualisasi instan...ciee. Serius, membantu sekali.
Saya ingat, dulu saat kuliah pikiran saya sering blank waktu dosen menerangkan sesuatu yang teknis sekali dan kompleks.
Saya baru mengerti kenapa bisa blank? karena saya mencoba menerjemahkan apa yang sedang dibahas dalam pikiran dengan cara saya sendiri, berbekal ilmu dan pengalaman sebelumnya.
Kadang-kadang bahkan mungkin sering(?) saya tidak ketemu solusinya.
Jadi, ketika dosen saya berbicara menerangkan A, saya mencari sendiri A dan bagaimana A harus begini begitu. Tapi karena keterbatasan ilmu dan pengalaman, sering didapati saya mentok mengkombinasikan puzzle itu dalam pikiran saya.
Hasilnya, saya tidak mendengar dosen menerangkan, saya juga tidak menemukan solusi dari yang dibahas. Blank! Ujung-ujungnya saya ditegur :D
Tahun ini, 1430 Hijriah, saya punya 3 keinginan *kayak di dongeng2 :D* yang pernah saya tuliskan di posting Keinginan 1430 H.
Alhamdulillah dua teratas dari keinginan tersebut terkabul atas ijin Allah. Hanya satu yang tersisa yaitu Merilis Kuliax 7, dan ini akan menjadi salah satu poin di daftar keinginan tahun selanjutnya, 1431 Hijriah, yang akan dimulai besok.
Ok, saya tuliskan saja keinginan-keinginan 1431 H yang terbersit dalam kepala saat ini.
- Kembali menulis dan berbagi, salah satunya di wiki duniasemu.org dan kuliax.org.
- Merilis Kuliax.
- Belajar hidup di kota kecil yang sepi.
Bismillah.
Btw, ada yang mau stiker KDE dan Creative Commons?
Anak kecil itu akan sibuk sekali dengan mainannya. Jika mainan diambil, dia pasti akan marah kemudian menangis.
Anak kecil juga tidak punya tanggung jawab terhadap orang lain. Dia hanya bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri.
Anak kecil tidak peduli apa yang terjadi di sekitarnya. Jika ada orang yang membutuhkan sesuatu, tidak ada yang menyalahkan bila dia tidak membantu.
Anak kecil akan menangis atau marah jika orang lain tidak dapat mengerti akan dirinya.
Anak kecil juga tidak punya sense of management, manajemen waktu bersosialisasi bersama keluarga dan mainannya, aktivitas malam dan siang, kegiatan berbahaya dan tidak, dst.
Dua bulan terakhir ini saya mencoba dan berusaha membuka pintu-pintu yang ada di depan mata. Alhamdulillah, saya mempunyai empat pilihan rencana dalam jangka waktu satu tahun ke depan, dan masing-masing ternyata mewakili satu pintu. Saya senang dan bersyukur.
Pintu pertama adalah menjadi pengajar, pekerjaan dambaan tiap wanita. Lingkungan kampus nyaman untuk tinggal dan berkembang di dalamnya, tempat yang selama ini memberikan dinamika kehidupan menarik dan membuat kita ingin selalu beraktivitas timbal balik, dua arah.
Pintu kedua adalah menjadi peneliti yang fokus mempelajari dan bereksperimen dalam bidang yang kita geluti serta berharap hasilnya dapat dimanfaatkan.
Pintu ketiga adalah menjadi perencana, insan terpilih yang memiliki kemampuan cukup untuk merencanakan pengembangan dalam berbagai bidang.
Pintu keempat adalah profesional yang bekerja membangun diri, perusahaan, dan masyarakat. Tempat yang akan mengasah lebih tajam lagi kemampuan yang sudah hampir sepuluh tahun ini saya dalami, kembangkan, dan terapkan.
Kini pintu yang tersisa adakah pertama dan keempat, mari kita lihat kemana Allah akan menunjukkan jalan.
Pilihan kedua dalam kategori pekerjaan sebenarnya masuk juga di pilihan pertama, hanya saja dalam hal ini pintunya berbeda. Pilihan kedua memang pekerjaannya meneliti saja, tidak mengajar.