Archive for the 'Lifehacks' Category

Ortu dan Keseimbangan

Nov 18 2008 Published by stwn under Lifehacks

Kalau kita lihat dan perhatikan semua hal di dunia ini berpasangan, adil, seimbang. Seperti timbangan yang tidak dimodifikasi supaya membuat untung penjual di pasar, tidak pula seperti kapasitas timbang di beberapa daerah untuk truk-truk pengangkut barang dan juga kapal-kapal penyeberang yang beberapa di antaranya membuat kecelakaan bagi pemilik, kru, dan penumpang.

Saya ingat kata-kata orang-orang tua saat kita berbicara pada mereka dan mereka kurang begitu mendengar jelas apa yang kita bicarakan sehingga kita harus mengulang beberapa kali, kata-kata mereka kurang lebih seperti ini “Nak, telinga simbok sudah buat kamu jadi ya maklum kurang bisa mendengar jelas.”

Kata “telinga” bisa kita asumsikan segala sesuatu yang berhubungan dengan apa yang dimiliki oleh orang tua dan diturunkan kepada anaknya. Dulu kita sering diberi oleh orang tua, apa saja, sejak kecil sampai sekarang. Kita anggap orang tua berlebih dan kita kurang, ada aliran dari orang tua ke anak.

Semakin kita besar dan dewasa semua berubah dan “berpindah” dari orang tua ke anak-anaknya baik kemampuan fisik, ilmu, rejeki, apapun.

Segalanya jelas dari Allah, datang kepada kita melalui orang tua. Akhirnya kita, anak-anak yang sudah besar ini, bisa mengembalikan kembali siklus keseimbangan, dengan cara yang sama ketika dulu kita mendapat “aliran” dari orang tua.

No responses yet

Menjadi Orang

Oct 20 2008 Published by stwn under Lifehacks, Social

Menjadi orang bukan saja menjadi manusia yang hidup, tetapi juga dapat membuat perubahan yang baik pada orang lain dan lingkungan.

Kita sering mendapatkan doktrin dari orang tua untuk menjadi orang, yaitu “yang bisa hidup saja sudah untung”. Kita diajarkan untuk menjadi orang-orang yang biasa saja.

Saya dan mungkin Anda suka menjadi manusia biasa, tetapi biasa tidak berarti hanya melakukan hal biasa. Apa artinya? kerja dan dedikasi terhadap tujuan dan impian mulia yang seharusnya ditanamkan dan diperjuangkan. Bukan hanya nilai-nilai yang bisa hilang dalam sesaat.

3 responses so far

Lupa Tujuan

Oct 12 2008 Published by stwn under Lifehacks

Kita sering lupa tujuan. Contohnya saya.

Tujuan saya ke Bandung adalah belajar, jadi seharusnya saya menempatkan prioritas kuliah nomor satu. Pekerjaan, proyek, dan lain-lain yang di dapatkan di kota ini hanya penyambung hidup saja, supaya saya bisa tenang belajar tanpa perlu takut jika uang beasiswa ditunda berbulan-bulan atau mungkin dihentikan.

Kenyataan dalam kehidupan saya di sini, terkadang atau malah sering(?) kuliah terkalahkan oleh pekerjaan. Prioritas nomor kesekian mengalahkan nomor satu? prajurit mengalahkan panglima?

Kita sering lupa. Beruntunglah jika kita masih diingatkan sampai saat ini oleh Nya dan orang-orang di sekitar kita.

Ngomong-ngomong, masih ingatkah tujuan hidup kita?

2 responses so far

Masalah Nyaman

Oct 02 2008 Published by stwn under Lifehacks, Personal

Entri ini ditulis karena tadi malam saya merasa tidak nyaman, yah sebuah kenyataan yang berbeda dengan bayangan ;-)

Sebenarnya kebutuhan untuk nyaman adalah membuat proses adaptasi yang baik pada setiap lingkungan dan kondisi dimana saja kita berada. Jadi mari menjadi seorang yang mudah beradaptasi.

No responses yet

Spesialisasi

Sep 24 2008 Published by stwn under Edu, Lifehacks, Personal

Kemarin saya tersadarkan kembali bahwa semakin tua dan dewasa dalam umur dan bidang atau topik yang kita geluti akan semakin spesifik atau sempit pula apa yang bisa kita lakukan dan kembangkan di dalamnya.

Saya, yang dulu egonya ingin mempelajari dan mengembangkan “segala” hal berkaitan bidang tertentu, kini ternyata hanya bisa melakukan beberapa hal spesifik saja. Dengan kata lain kita punya fokus dan arah tertentu setelah sebelumnya pernah mempelajari ’semua” hal.

Saya sendiri tidak tahu apakah pas umur saat ini sudah harus melakukan spesialisasi. Tetapi yang saya yakin, cepat atau lambat semua orang akan merasakannya.

Contoh pertama minggu kemarin orientasi tesis ke pengembangan aplikasi secara tidak sengaja berubah ke sistem, walaupun memang secara garis besar memang topiknya berada di dalam hpc dan clustering.

Saya mengajukan sebuah konsep atau rencana ke dosen, dalam bentuk diagram, apa yang akan saya kembangkan di tesis. Ternyata dosen mengubah orientasi pengembangan yang tadinya aplikasi ke arah sistem dan hpc/clustering secara spesifik, walaupun jika dilihat dalam penggunaan akan lebih luas.

Apa yang saya rencanakan dan tebak sebagai topik ternyata berubah ke arah dimana saya, dan juga dosen bersangkutan yang mengetahui kemampuan saya, punya kekuatan atau pengalaman yang cukup dalam bidang ini sehingga dirasa saya dapat digenjot lebih lanjut ke arah sana.

Contoh kedua, kemarin saya ditawarin untuk bekerja bulan November sampai dengan Januari pada dua topik yang berbeda dimana salah satunya saya punya pengalaman dan ketertarikan di sana. Mana dari kedua pilihan ini yang akan saya ambil? dengan melihat kesibukan tesis pada bulan tersebut, saya memilih topik yang sudah pernah dilakukan atau paling tidak ada pengalaman dalam bidang tersebut.

Tidak ada waktu pembelajaran yang lama, saya lebih fokus ke satu arah, dan waktu sisanya yang seharusnya dimanfaatkan belajar topik baru, bisa digunakan untuk mengerjakan tesis atau hal lainnya.

Saya malah jadi ingat dalam game RPG dimana kita harus memilih akan menjadi apa kita dalam permainan? ini berlaku pula dalam dunia nyata, akan berperan sebagai apa kita dalam hidup dan pekerjaan? Tentu jika kita akan mengambil beberapa peran misalnya, kita harus punya data pribadi, waktu bermain yang berbeda, dst.

Setiap orang punya peran sendiri-sendiri, yang menurut kita ini terjadi secara tidak sengaja atau kita bentuk sendiri, tapi sebenarnya ada yang membentuk kita luar dan dalam ke arah mana kita akan berjalan ;-)

2 responses so far

« Prev - Next »