Saya sering mendapati diskusi tentang teknologi dan penerapannya di berbagai forum dan melihat banyak orang, termasuk saya, tertarik bagaimana teknologi itu maju pesat, bagaimana ketertinggalan kita, dst.

Saya sendiri semakin sadar ketika berhadapan dengan kondisi dan realitas bahwa teknologi-teknologi tersebut kurang dapat membantu secara langsung orang-orang, khususnya yang jauh dari akses teknologi dan mungkin mereka malah lebih membutuhkannya daripada kebanyakkan kita yang relatif mudah mengakses komputer, Internet, dan semua hal yang berhubungan dengannya.

Contoh kasus, banyak orang masih menggunakan komputer berspesifikasi rendah, koneksi Internet tidak punya, megang tetikus/mouse saja tidak bisa. Umumnya sekolah-sekolah bahkan di kota besar ada sebagian yang berstatus seperti itu, apalagi tempat-tempat di pinggir kota atau malah di kota kecil dan desa-desa.

Mereka yang jauh dari fasilitas seperti perpustakaan dan buku, sebenarnya akan mendapatkan manfaat dari keberadaan Internet, selain itu infrastruktur tersebut dapat mempermudah dan mempermurah komunikasi dengan orang lain di seluruh dunia, melakukan hal-hal kreatif, dan lain-lain. Saya bicara dalam lingkup teknologi informasi, untuk bidang lain seperti teknologi pertanian pun seharusnya lebih membantu masalah sebenarnya di masyarakat.

Diskusi seperti komputasi awan, tidak ada artinya jika tidak ada Internet, apalagi dengan lebar pita yang sempit. Kata-kata “di mana-mana” untuk penerapannya itu tidak ada artinya tanpa teknologi dasarnya. Mobil tidak bisa berjalan di sawah atau sungai, perlu jalan.

Dan saya kira kita boleh mengatakan “kita tertinggal” sebagai seorang insinyur, tapi kurang tepat jika mengatakannya sebagai entitas yang lebih besar dan umum (masyarakat). Karena setiap tempat, setiap bangsa, memiliki tahapan pengembangan teknologi.

Jika kita ingin menggunakan kata “tertinggal” sebagai penyemangat boleh deh, tapi jangan cuma semangat aja haha.