Setengah tahun di sini merasakan bagaimana kita harus membagi waktu untuk kuliah, kerja, kebutuhan pribadi, dan hubungan sosial. Perasaan mengatakan di sini kuliah harus keras untuk bisa stay tune di setiap mata kuliah.

Ada benarnya juga apa yang dikatakan eyangnya onlysenja, kuliah di sini memerlukan tenaga lebih keras. Ada benarnya pula cerita bu Aciek, salah satu pengajar di sini, bahwa beliau sewaktu kuliah sering kurang tidur setiap harinya.

Tapi tidak benar jika stwn bekerja lebih keras selama ini, dia masih tertidur pulas ketika malam, masih sering tidak tepat waktu masuk kelas, masih sering mengumpulkan tugas terlambat, dan lain-lain dengan segudang alasan yang jauh dari harapan para pengharap. Padahal mereka di belakang selalu berkata “Berlarilah, jangan kau sia-siakan bekal yang kami berikan. Mari kami sertai engkau dengan doa. Berjuanglah.”