Kata-Kata Sensitif
Tulisan ini akan menjawab pertanyaan za dan fathirhamdi tentang posting Jangan Sentuh Itu.
Ada topik-topik atau kata-kata yang jika keluar bisa membuat kita bereaksi memunculkan sesuatu yang mungkin bisa mengagetkan orang lain. Contoh: kata koran atau kabar, bagi kita mungkin biasa saja ya kalau dengar kata ini, tapi bagi satu atau beberapa orang akan membuatnya marah, emosi, dll. Apalagi jika dihubungkan dengan sesuatu yang “membakar” misal kewajiban membaca koran, dst. Merasa aneh? seharusnya tidak karena masing-masing orang punya daftar kata-kata sensitif yang jika dia menemukannya atau digabungkan dengan kata lain akan memberikan efek-efek tertentu.
Kita memang tidak bisa menebak kata-kata apa yang sensitif jika diucapkan dan hubungannya dengan topik/kata lain yang bisa memicu sesuatu yang tidak kita duga. Jadi untuk bisa tahu orang sensitif dengan kata tertentu adalah dengan berinteraksi dengannya, jika tidak ketemu? ya berhati-hatilah dengan ucapan kita. Saya sendiri orang yang sering becanda dan seharusnya selalu memonitor kata-kata yang keluar.
Kata-kata memang punya kekuatan, jika diasah bisa jadi tool yang berguna dan bisa pula membahayakan.
Ra mudeng aku le. Kata-kata opo tho?
Hati perempuan memang sensitif. Aku jadi inget, pernah dimarahin gara-gara datang terlambat. Ya, aku sendiri sebenarnya gak suka juga dengan keterlambatan. Padahal alasan keterlambatan ku kali itu adalah untuk kebaikan orang lain.
Ya, tapi tetap saja, kala itu aku terlambat datang.
hmm.. kurang lebih.. aku paham maksudnya..
tapi ya.. itu wan…
berhati-hati dalam bercanda itu memang hal yang susah
Wah, terkait kultur sekali klo gini. Hipotesa ku: orang cenderung ikut lingkungannya. Nanti bisa dikuatkan dengan teori difusi. Halah, kok kuliah ning teknik, buat hipotesa ginian.
Tralala