Beberapa hari yang lalu, saya membaca sebuah laporan dari blog seseorang tentang acara di sebuah program pasca sarjana universitas negeri di Jogja. Dia bercerita tentang bagaimana dia dan temannya memberikan workshop Visual Robotics Studio untuk memprogram Robot Lego.

Secara sekilas orang akan melihat yang mereka lakukan adalah keren, mereka bisa melakukan pemrograman robot! Kalau kita pikir lebih dalam, walaupun yang mereka lakukan bisa dibilang pemrograman “level bawah” yang kata orang cool, tapi ternyata mereka masih menjadi pengguna. Pengguna Visual Robotics Studio dan Robot Lego. Mereka hanya pengguna perangkat lunak dan perangkat keras. Mereka hanya pengguna lingkungan pengembangan. Mereka hanya pengguna teknologi. Mereka masih pengguna.

Saya bilang mereka seperti anak-anak yang diberi mainan building-toys dan merasa senang seolah-olah bisa “membuat” robot. Perusahaan pembuatnya pun senang mereka dapat bergembira dan berharap anak-anak tersebut tetap di tempatnya bermain-main dengan “mainan semu”, dan lupa di luar banyak permainan yang lebih menyenangkan.

Saya pun sekarang masih menjadi penonton saja, yang berdoa semoga bangsa ini punya banyak inovasi, membuat dan mengembangkan teknologi mandiri+terbuka. Sebagai produsen, bukan jadi konsumen terus.

update: kata “mereka” hanyalah sebagai cermin bagi kita semua.