Sejak hari Jum’at minggu kemarin, rumah kos saya telah terpasang koneksi Speedy. Pendaftaran dilakukan dua hari sebelumnya dengan biaya 75 ribu, saya dan teman-teman satu kos mengambil Speedy Office karena pertimbangan kuota tak terbatas. Kami bisa membayangkan jika sekitar 8 orang atau lebih melakukan akses Internet, bermain game online, unduh, dst dengan pembatasan, kuota akan jebol.

Secara Harga Speedy Office memang terbilang mahal yaitu 750 ribu belum termasuk biaya pemasangan telepon seminggu sebelumnya –kami baru pasang baru sebenarnya, tapi ini lebih murah daripada dulu waktu saya berlangganan di rumah dengan harga yang sama cuma dapat kuota 2 GB saja. Kami memutuskan untuk membagi tagihan per bulan 100 ribu per orang. Masih mahal bagi pengangguran seperti saya sih, tapi asyiknya itu lho hehe. Bangun tidur bisa langsung Internetan atau sambil bersantai, misal baca buku, jumpalitan, dst.

Soal kecepatan cukup kencang seperti yang pernah saya rasakan sebelumnya di rumah dulu. Saya coba dengan bandwidth speed test dengan load normal atau ada pengguna yang menggunakan: 208 Kbps. Mungkin jika dilepas tanpa pengguna, kecepatan akan berkisar 320an Kbps. Modem ADSL yang kami gunakan adalah Dare Global, modem punya saya yang dibeli untuk keperluan bersama.

Semoga bisa menambah produktivitas kerja. Sepertinya perlu baca ini nih: How do you stay productive when you work from home?

Btw, dugaan saya muncul. Salah satu kawan saya bertanya “Speedy-nya dah dipasang? jadi nggak main ke DNET lagi dunk?”. Saya hanya bilang “ya maen”. Hi, thir!