Pria lebih fokus?
Baru-baru ini, dengan beberapa kejadian di sekitar, saya menyimpulkan tentang perbedaan pria dan wanita secara alamiah dalam hal berhadapan dengan banyak masalah. Pria secara umum tidak dapat melakukan pekerjaan yang banyak dalam satu waktu, karena pria cenderung lebih fokus ke satu masalah dan sering mengabaikan –dengan tidak sengaja– permasalahan yang lain. Wanita secara umum dapat melakukan pekerjaan yang banyak dalam satu waktu, tetapi wanita cenderung tidak fokus ke dalam satu masalah.
Contoh dalam kehidupan sehari-hari adalah seorang istri bisa menyelesaikan berbagai masalah di rumah secara simultan, misal memasak air, mengurus anak, mencuci piring, dan aktivitas lainnya dan semua bisa dilakukan dengan baik (multitasker). Sedang suami cenderung kurang cakap dalam menyelesaikan banyak hal dalam suatu waktu, bandingkan jika suami memasak air atau nasi, kemudian dia sedang mengerjakan pekerjaan kantor yang dibawanya di rumah, sering si suami lupa jika dia sedang memasak air, apalagi jika ditambah dengan menjaga bayi, diminta menelpon istri, dst (single tasker atau semi –not realy– multitasker).
Kalau kita perhatikan, subhanallah, Allah telah menciptakan pria dan wanita sesuai dengan perannya yang jika dikolaborasikan secara baik akan menciptakan tim yang solid. Jika bisa kita bayangkan dalam perjalanan, pria dapat menunjukkan jalan mana yang harus ditempuh, sedang wanita dapat menjadi “radar”. Dengan tulisan ini tidak berarti semua pria dan wanita seperti yang saya sebutkan di atas, tapi ini hanya secara umum saja.
assalaamua’aliakum
heheh betul juga pak. kalau pria mengerjakan banyak pekerjaan sekaligus malah jadinya ngga beres. bawaannya kemrungsung, panik, tergesa2. trus pikiran rasanya kayak komputer hang! ruwet sih….
contoh kongkrit dan simple ketika kita lagi sibuk mengerjakan sesuatu, istri manggil/ ato nanya sesuatu respon kita pake bengong dulu. itu sih saya…
apa yang lain juga gitu ya
salam kenal akh
Wah! :)
Jadi kapan nih nikahnya? :)
*atau sudah?*
hmmm…..*berpikir sejenak* bener juga!!
tapi bukan berarti pria tidak dapat melaksanakan multitask kan? dan bukan berarti wanita tidak bisa lebih fokus pada hal tertentu kan?
¤ salam kenal ¤
[...] Beberapa waktu lalu saya mengunjungi blog stwn, dan membaca sebuah artikel Pria lebih fokus?. Pada artikel tersebut, stwn menjelaskan tentang psikologi pria dan wanita. dia menjelaskan bahwa pria cenderung lebih fokus, dan wanita cenderung general. Hal tersebut ada benarnya juga, mengingat kondisi saya saat ini. Aktivitas antara kuliah, organisasi dan skripsi. Dan juga dialami oleh teman-teman saya. Beberapa bulan yang lalu, saya merencanakan untuk maju pendadaran pada bulan januari 2007. Namun ternyata kenyataan memang lain, dengan target. Aktivitas saya sebagai humas pada acara seminar open source dan hacking wifi, jauh lebih banyak menyita perhatian !!!. Apa boleh buat, smua juga demi kelancaran acara tersebut. Karena aktivitas ini, kuliah saya yang mengulang 4 sks juga sempat tebengkalai, walaupun demikian saya tetap dapat menyempatkan waktu untuk membaca materi-materi perkuliah, yah.. terkadang juga sistem sks (dibaca waktu ujian tok…). Aktivitas ini juga menyita banyak waktu dan konsentrasi saya dalam mengerjakan skripsi, Hari-hari yang dilalui dengan penuh rapat, lobi sana-sini, sponsor, pembicara, dll. Dengan pikiran yang tercecer seperti ini saya tidak dapat membagi konsentrasi, dan hanya bisa fokus pada 1 persoalan. Misalkan ketika saya mengerjakan skripsi, membaca materi yang mau saya olah menjadi laporan, tiba-tiba sms berbunyi “panitia, rapat jam sekian, wajib datang”. *halah*… betapa kesalnya saya, harus datang dan meninggalkan laporan yang harus saya selesaikan. Seorang teman pun memberikan saran “bagi waktulah”, tapi saya juga terkadang kesal karena dia sendiri juga tidak bisa membagi waktunya antara pacaran, kuliah, dan tanggung jwab sebagai panitia. Akibatnya dia lebih sering telat datang rapat, bahkan tidak datang. huh.. *dasar hiprokit*. Seorang teman lagi yang saya ajak untuk ikut sebagai panitia (pudekdok) baru bisa bergabung setelah dia menyelesaikan laporan skripsinya… setelah 1 bulan tidak bersosialisasi karena harus berkutat di C, menyelesaikan exploit yang dia kembangkan sendiri untuk skripsi. Dan satu teman lagi yang menargetkan wisuda bulan April, harus mengurungkan niatnya karena sudah ada tanggung jawab lain (alias baru jadian) he-. Dengan santainya dia bilang “gung, wisuda agustus aja, kamu masih kurang 2 sks semester genap kan, tak temenin”. “Loh, katanya mo bulan April”, jawabqu. *dasar hiproki*. Beberapa Contoh kasus diatas sepatutnya bisa kita jadikan pelajaran, karena beberapa teman yang notabene pria memang sulit memfokuskan pada satu persoalan. Dan ketika dia menghadapi suatu masalah, maka dia akan menyelesaikan sampai tuntas persoalan tersebut, baru beralih ke persoalan lain. Memang sebenarnya yang berlaku disini adalah manajemen waktu, tapi tidak semua pria dapat menerapkan dan bisa disiplin untuk mematuhinya (termasuk saya :p). Bagaimana dengan anda ? Nah… buat para wanita.. waktunya untuk memahami psikologi kami, jadi jangan sampai ketika si pria sedang sibuk kerja, si wanita pun marah-marah kl ga di angkat telponnya ato ga dbales smsnya. Jadi kl lagi kondisi gini, dingertiin doonk… [...]
bagaimana kalau si pria itu punya kemampuan hyper-threading.. jadi kerjaan yang single task itu di kerjaan dengan banyak pemroses.. :)