Baru-baru ini, dengan beberapa kejadian di sekitar, saya menyimpulkan tentang perbedaan pria dan wanita secara alamiah dalam hal berhadapan dengan banyak masalah. Pria secara umum tidak dapat melakukan pekerjaan yang banyak dalam satu waktu, karena pria cenderung lebih fokus ke satu masalah dan sering mengabaikan –dengan tidak sengaja– permasalahan yang lain. Wanita secara umum dapat melakukan pekerjaan yang banyak dalam satu waktu, tetapi wanita cenderung tidak fokus ke dalam satu masalah.

Contoh dalam kehidupan sehari-hari adalah seorang istri bisa menyelesaikan berbagai masalah di rumah secara simultan, misal memasak air, mengurus anak, mencuci piring, dan aktivitas lainnya dan semua bisa dilakukan dengan baik (multitasker). Sedang suami cenderung kurang cakap dalam menyelesaikan banyak hal dalam suatu waktu, bandingkan jika suami memasak air atau nasi, kemudian dia sedang mengerjakan pekerjaan kantor yang dibawanya di rumah, sering si suami lupa jika dia sedang memasak air, apalagi jika ditambah dengan menjaga bayi, diminta menelpon istri, dst (single tasker atau semi –not realy– multitasker).

Kalau kita perhatikan, subhanallah, Allah telah menciptakan pria dan wanita sesuai dengan perannya yang jika dikolaborasikan secara baik akan menciptakan tim yang solid. Jika bisa kita bayangkan dalam perjalanan, pria dapat menunjukkan jalan mana yang harus ditempuh, sedang wanita dapat menjadi “radar”. Dengan tulisan ini tidak berarti semua pria dan wanita seperti yang saya sebutkan di atas, tapi ini hanya secara umum saja.