Memetakan Kerjaan
Hari ini saya memetakan kembali semua pekerjaan, mengkategorikan, memberikan prioritas, dan yang terpenting menghapus poin-poin yang sekiranya saya tidak mampu menjalankannya. Sampai sekarang muncul ketakutan tidak dapat melakukan semua pekerjaan saya sekarang dan juga di masa mendatang, mungkin Anda bertanya apa sih pekerjaan stwn? wong cuma pengangguran begitu. Yah apa saja pekerjaan saya itu, yang pasti tiap-tiapnya membutuhkan waktu.
Kita memang harus bijaksana dalam mengatur semua pekerjaan, ada prioritas mana pekerjaan nomor satu mana pekerjaan nomor dua puluh tiga, dan jika kita tidak mampu baik itu karena ketersediaan waktu atau kemampuan seharusnya kita dapat mengambil keputusan apakah menghilangkannya dalam daftar pekerjaan atau memberikannya pada orang yang lebih berkompeten.
Konsep “sederhana, berlaku lurus, dan sedikit tapi terus”* harus selalu saya ingat, walaupun mungkin bagi saya susah melaksanakannya dengan baik. Minimal saya harus meminimalisasi tindakan berlebih-lebihan dalam segala hal.
* yang diajarkan Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wassalam dalam hadits-nya

