Sial? Tidak!
Update: 1 November 2006; 16:15> barusan cari-cari tulisan tentang kesialan dapat beberapa: Menganggap Sial, Merasa Sial (1), Merasa Sial (2), Syirik Asghar, Bagaimana Terjadi Syirik. Saya baru tahu “merasa sial karena sesuatu hal” atau “berperasaan sial” dikenal dengan tathayyur.
Sering saya temui dan dengar banyak orang sering mengatakan tentang kesialan baik dengan tulisan, pembicaraan, sampai dengan umpatan. Terkadang saya berpikir kenapa mereka mengatakan “saya tertimpa sial”, “jangan pergi ke tempat itu nanti kamu sial”, dst. Bukankah Allah telah mentakdirkan segala sesuatu dan Allah selalu memberikan kita yang terbaik? Kita harus percaya segala yang terjadi adalah menurut kehendak-Nya. Kepercayaan terhadap kesialan menurut sepengetahuan saya dari ulama merupakan sebuah bentuk kesyirikan, dan Allah _benci_sekali_ pada orang yang melakukan kesyirikan.
Apa yang bisa kita lakukan? mari bertawakal dan berdoa semoga Allah selalu memberikan hidayah, kesabaran, dan jalan keluar dari permasalahan yang menimpa kita.
Omong-omong, karena masih bulan Syawal walaupun terlambat, saya mengucapkan:
Selamat Idul Fitri 1427 Hijriah, bagi yang merayakan
Mohon Maaf Lahir dan Bathin
Semoga Allah menerima amal dan ibadah kita dan semoga kita selalu dalam kebaikan
mohon maaf lahir batin jg ya
Untuk Toni: