Melanjutkan tulisan kemarin tentang Bekerja dengan Waktu Terbatas, dari successbeginstoday.org: The Power of 48 Minutes, Don Crowther dalam presentasinya di NSA Summer Symposium, mengatakan bahwa dengan mengeset 48 menit pada sebuah pewaktu, kemudian mengabaikan segala gangguan dan bekerja fokus pada rentang waktu tersebut, akan meningkatkan produktivitas kita. Dengan cara ini, yang dilakukannya secara kontinyu, Dia dapat menulis buku 200 halaman dalam waktu hanya 2 minggu.
Kuncinya adalah fokus pada satu pekerjaan. Kita bekerja pada 48 menit yang telah kita set, setelah berakhir, lakukan hal lain dalam waktu sisanya yaitu 12 menit, misal istirahat atau berjalan-jalan kecil di ruangan.
Dengan merencanakan 48 menit setiap hari untuk melakukan banyak hal, otak kita akan terset untuk bekerja fokus, ini yang kita butuhkan. Saya terus terang sering tidak fokus dalam mengerjakan beberapa pekerjaan, apalagi kondisi di rumah –bukan kantoran, yang membuat atmosfer santai, kita jadi cepat mengantuk atau melakukan hal lain di luar “kewajiban”.
Continue Reading »
Steve Pavlina dalam tulisannya “How to Get More Done in Less Time” mengatakan bahwa:
Berdasarkan studi, rata-rata pekerja normal menghabiskan waktu 1,5 jam untuk pekerjaan yang _sebenarnya_ dalam sehari. Banyak waktu sisanya dilakukan untuk bersosialisasi, coffee-breaks, makan, komunikasi non-bussiness, dan yang bukan seharusnya.
Rata-rata pekerja full-time baru melakukan pekerjaannya dari pukul 11 siang sampai dengan 15.30 sore. Steve menunjukkan pada kita bahwa waktu yang berarti dalam bekerjanya adalah 15 jam dari 60 jam yang dia habiskan di kantor dalam seminggu, dengan catatan Steve adalah seseorang yang 2 kali lebih produktif dari pekerja rata-rata. Bagaimana dengan kita yang mungkin berstandar di bawah dia?
Selanjutnya, Steve mencoba bereksperimen dengan hanya menghabiskan waktu 30 jam di kantor dalam seminggu, 5 jam dalam sehari. Dengan batasan waktu yang lebih sedikit, kita akan diset untuk melakukan hal lebih, pekerjaan yang seharusnya dan fokus dalam rentang waktu tersebut. Kita akan banyak menemukan cara untuk menyelesaikan pekerjaan dengan cepat, berbeda dengan jika kita punya waktu yang (sangat) banyak.
Continue Reading »
Saya akan menulis ringkasan sedikit tentang definisi Sistem Operasi yang sebagian besar diambil dari buku Operating Systems: Design and Implementation (OSDI), karya Andrew S. Tanenbaum. Buku ini umumnya dijadikan referensi mata kuliah Sistem Operasi di lingkungan universitas khususnya jurusan Ilmu Komputer, Teknik Informatika, Teknik Elektro, dan yang berhubungan. Kita akan mendapati bahwa buku lain karya penulis yang sama berjudul Modern Operating Systems (MOS) juga memberikan ulasan yang senada dengan buku ini, meskipun kalau kita amati buku MOS lebih luas menjelaskan lagi tentang sistem operasi multimedia, sistem multiprosesor, keamanan, studi kasus: UNIX, Linux, Windows 2000, dan desain sistem operasi. OSDI cenderung ke arah practical, diarahkan ke sistem operasi MINIX, sedangkan MOS “lebih bebas”.
Sistem komputer terdiri dari perangkat keras dan lunak. Perangkat keras atau secara umum sering kita menyebutnya dengan komputer saja, tidak berarti apa-apa tanpa perangkat lunak. Komputer membutuhkan perangkat lunak untuk melakukan operasi menyimpan, menjalankan aplikasi, mendapatkan informasi, sampai dengan bermain games.
Perangkat lunak secara kasar terbagi menjadi dua yaitu program sistem yang berguna untuk mengatur operasi komputer dan program aplikasi yang berguna untuk memberikan solusi kepada pengguna. Sistem operasi masuk ke dalam program sistem dan merupakan perangkat lunak paling dasar yang berguna untuk mengontrol sumber daya komputer dan memberikan dasar bagi program aplikasi untuk dibuat atau dijalankan.
Continue Reading »