Malas, “Sahabat” Kita
Sering kita harus melakukan banyak pekerjaan, tapi sering pula tidak kita lakukan atau minimal menundanya dalam waktu yang tidak ditentukan. Kemalasan selalu datang menghampiri kita, dia adalah “sahabat” yang setia, selalu ada di setiap jiwa manusia, seperti yang terjadi pada saya :D. Jika dibiarkan berlanjut, akan menjadi kanker yang susah diangkat, dengan operasi berat sekalipun.
Gembar-gembor tentang Getting Things Done (GTD), Produktivitas, Lifehack(s), … tidak menyurutkan saya untuk tetap bertindak malas. Hidup penuh dengan tidur yang tak kunjung selesai, bersantai-santai tanpa tujuan, melamun, dan lainnya. Waktu terasa cepat sekali berlalu, angka-angka dalam kalender kian bertambah, seiring dengan umur kita yang semakin berkurang. Hidup pun segan, mati juga tak mau. Kalau hidup tidak berguna, kalau mati masuk neraka :D.
Hidup memang harus dijalani, seberapa keras itu. Kalimat seperti ini seolah-olah keluar dari mulut seorang yang produktif, padahal itu klise. Saya yang pemalas ini –Slacker?, harus menghadap cermin dan bertanya “Jika hari ini adalah hari terakhir dalam hidupku, apa yang ingin aku lakukan? apa yang akan aku lakukan hari ini?“, seperti ungkapan Steve Jobs di masa mudanya dulu. Mungkin secara tidak sengaja Jobs mengikuti hadits Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam:
“Perbanyaklah ingat pemutus segala kenikmatan, yaitu kematian”, diriwayatkan At-Tirmidzi dan dishahihkan oleh Al-Albani.
Wah, jadi ingat tulisan saya di blog lama: Waktu itu seperti Pedang.
Bangun, sudah siang Pak. Mana siang?? Mana? Masih pagi tau! *kembali tidur*


seiring dengan kesadaran bahwa kita masih malas, seharusnya cepat bangun dan bekerja. apalagi kalau pakai rujukan hadits dll. tapi kalau masih malas juga, apalah artinya???
melenyapkan kemalasan tidaklah mudah, inilah alasan seorang pemalas.
*Ya, saya!*
mau bikin komunitas pemalas? :P
Ngerti istilah2 GTD mas ? Sering baca2 http://www.lifehacker.com ? BTW selamat utk Kuliax nya, mudah2an banyak berguna bagi masyarakat.
# Affan: dikit ngerti mas, sering baca lifehacker.com tapi sekarang agak jarang, lagi repot :D. makasih mas atas dukungan dan doanya.