Speedy, Dimanakah Kau Berada?
Judulnya memang agak aneh, tapi bagi yang tahu menjadi sebuah kalimat yang menggelikan. Ya, selama 3 bulan yang lalu, saya berlangganan Speedy di Semarang. Mungkin ada yang menyebut nakal atau ‘urik’ karena saya hanya langganan dalam bulan promo, diskon 40%, meski sebenarnya saya memang hanya membutuhkan koneksi itu dalam rentang waktu tersebut. Di blog lama saya pun menuliskannya sedikit.
Modem ADSL bermerek DareGlobal seharga 500 ribu kini menganggur di rumah, sekarang tidak ada yang menyentuhnya setiap hari untuk membiarkannya berkedip. Dengan kecepatan nyata maksimal kira-kira 320-332 Kbps, membuat Speedy jadi pilihan yang cukup bagus untuk kebutuhan koneksi di rumah, tapi sayang harganya yang cukup mahal bagi sebagian orang. Untuk paket terkecil yaitu Home Limited atau Personal, kita harus membayar 300 ribu/bulan dengan kuota 750 MB dan paket Professional Limited 700 ribu/bulan dengan kuota 2000 MB. Kalau pengen unlimited kita harus bayar 2 juta rupiah per bulan, dengan paket kantor.
Pada awalnya saya mengambil paket Home Limited, setelah digunakan, tidak sampai berganti bulan kuota saya sudah penuh dan melebihi batas, kira-kira 280-300 MB –kelebihan dihitung 700 rupiah per MB. Memang sih yang saya lakukan adalah melakukan akses secara “membabi buta”, karena kebutuhan kejar tayang. Bulan selanjutnya saya langsung ambil paket di atasnya dan awet sampai 2 bulan. Cukup senang karena masih ada diskon 40%, agak terbantu dalam hal ini.
Ada beberapa permasalahan yang saya hadapi ketika berlangganan Speedy, khususnya dalam kurun waktu 3 bulan tersebut di atas:
Billing nilainya tidak pas sesuai dengan perhitungan sebenarnya. Walaupun tidak berselisih besar seperti kejadian tahun-tahun sebelumnya, tapi menjadi pertanyaan pelanggan: bagaimana Telkom menghitung tagihan? Selain itu model form yang tidak userfriendly, membingungkan pelanggan. Coba aja lihat tabel-tabel dalam form. Yang saya lakukan adalah menanyakan detailnya di Plaza Telkom.
Koneksi lancar kalau malam setelah maghrib/isya, tapi kalau sudah jam kerja pagi agak lambat, terkadang ADSL Link Down, koneksi up tapi dibuat browsing atau transfer tidak bisa, cukup sering mendapat pesan ‘Authentication Failure‘ tapi setelah dicoba berkali-kali baru bisa, saya nggak tahu apakah ini pengaruh jaringan yang padat sehingga sesi auth tidak berjalan dengan baik.
Ada permasalahan pada bulan September, saya tidak bisa melakukan koneksi, pesan kesalahannya ‘PPP Down‘. Saya kira memang sedang ada gangguan atau pemeliharaan, tapi ini terjadi seharian. Keesokan harinya saya langsung telepon 147, minta disambungkan dengan staf Speedy langsung, mereka bilang modem harus diset ke bridge. Lho?! saya bilang baru kali ini ada masalah seperti itu, dengan konfigurasi modem sebagai router selama kira-kira 2,5 bulan tidak ada masalah kok tiba-tiba disuruh diset ke bridge? saya tanya apa ada perubahan dari sisi jaringan Telkom yang menjadikan pelanggan seperti saya ini harus menset kembali modem? mereka katakan tidak. Aneh sekali! setelah saya rubah konfigurasi modem, tetap saja tidak nyambung, masalah mestinya ada di Telkom. Saya telepon berulang kali ke 147, yang terima mbak-mbak, saya bilang mau ketemu dengan orang teknis, ternyata sedang online. Saya coba-coba aja telepon ke tim support modem, paling tidak saya mau tanya pendapat mereka. Katanya jika tim 147 Speedy bilang seperti itu ada masalah di Telkom, saya juga sempat dipandu untuk mengeset modem ke bridge untuk memastikan bahwa konfigurasi benar, ternyata hasilnya nihil. Kemudian saya diberi nomor telepon service-care Telkom oleh tim support modem, saya telepon dan mereka bilang segera dicek kondisi koneksinya. Saya bilang saya sedang butuh sekali koneksi Internet, tentu saja. Karena sampai sore tidak kunjung ada telepon balik dari 147 padahal mereka janji telepon, dan dari service-care, saya langsung pergi ke Plaza Telkom, sekalian mau isi form pengaduan, Bapak saya yang “memprovokasi” :D. Sampai sana, dst, dst. Saya males cerita kepanjangan. Sampai rumah, kata Ibu ada telepon dari Telkom tadi, sewaktu saya pergi. Akhirnya jam 17 sore saya cek sendiri koneksi dan ternyata nyambung. Setelah itu ada telepon tiga kali, semua dari Telkom. Menanyakan apakah koneksi masih bermasalah? saya jawab sudah lancar lagi Pak. Saya tanya kenapa dari kemarin pagi tidak bisa terhubung? kurang lebih jawabannya seperti ini “tidak ada apa-apa mas, setelah dicek ternyata semua baik-baik aja, tidak ada masalah” Hah!
Ketika saya akan menutup layanan Speedy, Telkom langsung menutup pada akhir hari itu juga. Saya pikir seharusnya, dalam bayangan saya, bisa dijadwalkan saja pada akhir bulan account pelanggan ditutup, toh tagihan juga nanti tercatat. Dan malamnya saya tidak bisa melakukan koneksi Internet, nganggur…
…
Secara umum, koneksi Speedy cukup menyenangkan, dengan jaringan kabel rumah kita bisa mendapatkan akses kecepatan sampai hampir 8 kali dari Dial-Up. Kedepan sebaiknya Telkom tidak perlu menerapkan kuota pada paket-paketnya, kalau tidak salah di luar negeri tidak pakai kuota ya?
Pengen sih sebenarnya modem dibawa ke Jogja, kata Thomas dari Orangescale.net, ada diskon 40% sampai Desember 2006 :D. Sayangnya di rumah kos –ini sebutan tempat tinggal saya di Jogja, kos tapi seperti rumah sendiri hehe, tidak ada telepon rumah, belum dipasang. Sudah jaman bahuela belum terpasang-pasang, jadi pada males ngurusnya lagi.
Yah, di Indonesia Internet memang masih mahal. Kapan murah? maunya, pasif, usaha dong nyantol dimana gitu! iya, udah kok nyantol kemana-mana, kan banyak titik hotspot di Jogja. Lagi-lagi harus kesana kemari, demi sesuap bandwith
Terkadang kangen sama si Speedy, dimanakah kau berada kini?

yah speedy sih dari dulu disitu2 ajah, gak kemana2
jangan gara-gara kangen speedy jadi alasan pulang ke Semarang lho :p
Kalau selain Speedy alternatif lain apa ya yang efisien untuk rumahan?
#feha
makasih info posting-nya mas.
#riza6315
telkomnetinstan?
yang mungkin pake dial-up, kata orang IM2 lebih murah dari telkomnetinstan. kalo yang lain bisa pake wireless, cuma langganannya cukup mahal itungannya jutaan/bulan belum perangkatnya. kecuali bikin sejenis “RT/RWnet” sendiri, atau “nembak” ke ISP yang menyediakan paket personal. kalo nggak salah di Jogja ada paket 100ribu/bulan, cuma saya nggak tahu bagaimana kualitas koneksinya.
iya, gw juga malahan sampe 2 jeti. padahal perasaan enggak dipake, jangan jangan ada yang nyuri password lagi ya?
wah kalo pake speedy limeted personal kuotanya cepet bgt abis pa lagi gw sering kirim e-mail
[…] Secara harga Speedy Office memang terbilang mahal yaitu 750 ribu belum termasuk biaya pemasangan telepon seminggu sebelumnya –kami baru pasang baru sebenarnya, tapi ini lebih murah daripada dulu waktu saya berlangganan di rumah dengan harga yang sama cuma dapat kuota 2 GB saja. Kami memutuskan untuk membagi tagihan per bulan 100 ribu per orang. Masih mahal bagi pengangguran seperti saya sih, tapi asyiknya itu lho hehe. Bangun tidur bisa langsung Internetan atau sambil bersantai, misal baca buku, jumpalitan, dst. […]
pake JMN untuk pelanggan rumahan di jogja.
300rb/unlimited. lancar wes ewes2 bablas duite..
bobo minta info JMN nya donk
kirim ke e-mail ku ya
free_boyz82@yahoo.com
Internetan dengan fren bisa lagi. Pindah port, ga perlu port 554 maning. Ga pake proxy Vietnam ama ekuador juga. Bisa download sepuasnya lagi…. Hebatnya…. Ga perlu isi pulsa, jadi tanpa pulsa sama sekali… mau?